Kepri  

Kepala SDN 013 Karimun Tepis Isu Temuan MBG Basi di Sekolahnya

Avatar photo

KARIMUN, SURYAKEPRI.CO.ID – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 013 Karimun Riva Nurillah menepis isu temuan Makanan Bergizi Gratis (MBG) basi di sekolahnya.

Kabar temuan tersebut beredar dengan pernyataan seorang netizen yang mengaku sebagai orang tua siswa, bahwa sebanyak satu kelas siswa di SDN 013 Karimun kompak menolak MBG.

Informasi tersebut kemudian beredar di media sosial.

Mendengar informasi tersebut, Kepala SD Negeri 013 Karimun, Riva Nurillah mengaku terkejut dengan informasi tersebut dan langsung membantahnya.

“Maaf, selama 5 bulanan anak-anak menerima MBG kalau untuk sebanyak satu kelas, kami belum ada menemukan anak-anak satu kelas tidak mau makan karena basi,” ungkap Riva, Selasa (30/9/2025) pagi.

BACA JUGA:  Nelayan Rasakan Manfaat Terumbu Karang Buatan PT Timah Tbk, Sepanjang Tahun 2025 PT Timah Lepas 45 Unit Coral Garden

Menurutnya, dari total 359 siswa di sekolahnya, memang ada beberapa siswa tidak mau makan namun hal itu lebih dikarenakan kepada selera pilih-pilih makanan.

“Memang ada beberapa anak yang tidak mau makan tapi itu lebih karena selera, anaknya makannya memang agak milih,” beber Riva lagi.

Lebih lanjut Riva mengatakan, pasca kejadian siswa SMP Negeri 2 Karimun mengeluhkan usai menyantap MBG pada 25 September lalu, dirinya mengaku sempat juga dilanda kekhawatiran.

Hal itu karena pihaknya juga merupakan penerima manfaat dari SPPG Rezeki Dapur Karimun, dapur yang sama dengan SMPN 2 Karimun.

BACA JUGA:  2 SPPG di Karimun Kepri Ditutup Usai Kasus Keracunan MBG

“Sewaktu kejadian kemarin, kami sempat takut karena satu dapur dengan SMP Negeri 2 Karimun, namun alhamdulillah anak-anak kami aman-aman saja,” kata Riva.

Dengan kejadian yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium tersebut, Riva mengajak para SPPG untuk dapat berhati -hati dalam menyediakan makanan.

“Saat ini MBG-nya sedang disetop sementara karena imbas dari kejadian kemarin, semoga bisa cepat membaik,  anak-anak terlihat merasa kehilangan sekali, banyak sekali yang bertanya kapan MBG bisa masuk, karena selain anak, wali murid juga merasa sangat terbantu dengan adanya program tersebut,” pungkas Riva. (*)

BACA JUGA:  DPD PAN Kab Karimun Gelar Doa Bersama Akhir Tahun dan Santuni Anak Yatim Piatu

Penulis: Rachta Yahya 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *