Kepri  

VIRAL! Aduan Warga Karimun Dapat Tanggapan Menkeu Purbaya, Pedagang Warung: Kami Seperti “Dikerjai”

Avatar photo
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers perihal pengaduan warga Karimun terkait peredaran rokok ilegal di daerah tersebut, Jumat (17/10/2025). Foto SuryaKepri.co.id/Tangkapan layar tiktok KompasTV

KARIMUN, SURYAKEPRI.CO.ID – Viral! Aduan warga Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) soal kinerja Bea Cukai Tanjungbalai Karimun mendapat tanggapan langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa selaku yang membawahi Bea Cukai.

Tanggapan yang diberikan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melalui video siaran pers yang ditayangkan di akun TikTok KompasTV tersebut sontak menjadi perbincangan hangat warga Kabupaten Karimun sejak Jumat (17/10/2025).

Salah satunya datang dari sejumlah pedagang warung kecil-kecilan di Kabupaten Karimun. Mereka mengaku terharu dan bangga dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tidak hanya sekedar membaca pengaduan warga Karimun yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut, melainkan juga akan menindaklanjutinya.

“Saya sudah lihat videonya, pertama kali dengar, saya terharu, apalagi beliau tidak hanya sekedar membaca tapi juga akan dibarengi tindakan,” ujar seorang pedagang warung di Kecamatan Karimun, Sabtu (18/10/2025).

Ia menambahkan, sebagai pedagang warung kecil-kecilan dirinya pernah merasakan tidak enaknya terkena razia rokok non cukai oleh pihak Bea Cukai di Karimun.

“Pernah kena (razia), lumayan lah. Kecewa sih tapi mereka punya kuasa, kita orang kecil cuma bisa nurut saja. Coba saat dibawa di laut ditangkap tentu barangnya tidak ada, kalau tidak ada tentu kami tidak beli. Kita semua tahu, akses masuk ke Karimun ini cuma dari laut,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kejari Karimun Musnahkan Barang Bukti, Ada Belasan HP dan 14 Dus Rokok Ilegal

“Kalau begini, kami seperti dikerjai, toke dapat untung, petugas BC dinilai bekerja, sementara kami dapat ruginya. Harusnya BC kasih kami kesempatan, biarkan kami setidaknya balikkan modal dulu, siap itu kalau kami jual lagi, silakan disita,” ujarnya seraya tertawa.

Hal hampir senada juga diungkapkan pedagang warung lainnya. Ia merasa heran dan bertanya-tanya, apakah tugas BC itu sampai merazia warung-warung di darat.

“Setahu saya, BC itu tugasnya di laut dan pintu-pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara tapi kenapa sampai merazia ke warung-warung? Kesannya, mereka yang gagal mencegah di laut tapi kami yang menjadi pelampiasan. Padahal kami beli dan dijual kembali ambil untung cuma kadang Rp 1.000 per bungkus,” katanya yang minta namanya tidak dipublis.

Belum ada tanggapan dari pihak Bea Cukai di Karimun perihal aduan warga Karimun kepada Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa terkait peredaran rokok non cukai di masyarakat Kabupaten Karimun.

Kepala Bagian Humas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri, Robi dihubungi hingga berita ini ditayangkan Sabtu (18/10/2025) sore, tidak kunjung memberikan jawaban meski pesan yang dikirim melalui What’s App (WA) terkirim.

BACA JUGA:  Demi PAD, Ady Sarankan Bupati Cabut Status HPL 19,1 Ha di PT Saipem

Seperti diketahui Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam siaran pers yang ditayangkan di akun TikTok KompasTV, Jumat (17/10/2025) mendapat pengaduan dari warga Kabupaten Karimun, Kepri.

Dalam aduan yang disampaikan secara daring tersebut dibacakan Menkeu Purbaya dihadapan para awak media.

“Selamat pagi pak, saya warga Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mau melaporkan tentang rokok tanpa cukai yang beredar di masyarakat Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Bea Cukai Tanjungbalai Karimun khususnya sebagai pengawas dan penegak hukum barang-barang ilegal malah salah mengambil tindakan pemberantasan rokok ilegal, mereka lebih banyak merazia warung-warung kecil dari pada membasmi distributornya langsung, ini sama saja tetap memberikan penghidupan bagi cukong-cukong yang menjadi distributor terbesarnya, mereka Bea Cukai seperti menutup mata dan telinga, padahal harusnya distributor besar ini yang dibasmi bukan warung-warung kecil yang mereka ini hanya sekedar menyambung hidup walau itu salah. Semoga bapak dapat menindaklanjuti laporan ini karna ini sudah seperti pembiaran oleh bea cukai, dan cukong-cukong distributor ini masih tetap beroperasi sampai detik ini, terima kasih salam hormat warga kabupaten karimun, kepulauan riau,”

Mendapat pengaduan seperti itu, Menkeu Purbaya mengatakan, aduan tersebut akan ia follow up (tindaklanjuti).

BACA JUGA:  Kanwil DJBC Khusus Kepri Luncurkan Nomor Pengaduan Rokok Ilegal

Bahkan Menkeu menyebut ia telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang hanya berisikan beberapa orang kepercayaannya seperti Staf Ahli Menteri Keuangan, perwakilan Dirjen BC dan Dirjen Pajak khusus hal rokok non cukai tersebut.

“Nanti kita akan follow up. Jadi begini, di kantor saya itu sudah dibentuk satgas khusus berisikan staf ahli Menkeu, Dirjen BC dan Dirjen Pajak,” kata Menkeu.

Menkeu juga akan menginstruksikan setiap Bea Cukai di daerah untuk mengirimkan list para pemain rokok ilegal setiap bulannya.

“Orang bea cukai pasti tahu cukong-cukongnya, nanti saya akan minta list setiap daerah siapa cukong-cukongnya. Nanti kalau ada gangguan atau barang masuk dan link ke cukong tersebut, cukongnya kami proses,” ujarnya.

Menkeu juga menyoroti dugaan oknum Bea Cukai menjadi bekingan aksi penyelundupan rokok non cukai.

“Katanya banyak bekingannya, palingan orang bea cukai juga, dan ada juga yang lain-lainnya, jadi akan bereskan itu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rachta Yahya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *