KARIMUN, SURYAKEPRI.CO.ID – Ratusan warga Minangkabau tumpah ruah menghadiri acara “Makan Basamo” yang digelar Persatuan Keluarga Sumatera Barat (PKSB) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (14/2/2026) malam mulai sekira pukul 20.00 WIB.
Acara dipusatkan di Rumah Gadang PKSB Kabupaten Karimun, jalan Pendidikan, Bukit Senang, Kecamatan Karimun.
Tampak hadir mantan Gubernur Kepri dan mantan Bupati Karimun dua periode Dr H Nurdin Basirun Datuk Alam Sati.
Meski acaranya berjudul “Makan Basamo” atau dalam bahasa Indonesia diartikan makan bersama namun dibuat simpel dan mudah.
Setiap warga atau tamu yang tiba di lokasi acara, panitia langsung mempersilahkan mereka untuk menyantap hidangan yang telah disediakan layaknya kenduri atau pesta pernikahan.
Ketua Panitia Indrawarman atau akrab dipanggil Indra Padil mengungkapkan, cara tersebut dipilih pihaknya demi menghemat waktu dan tempat.
“Karna kita tidak tahu kapan warga akan datang, sehingga dengan cara itu kami merasa itu cara yang baik untuk menghemat waktu dan juga tempat. Setiap warga yang datang langsung ambil hidangan lalu makan,” ujar Indra Padil menjelaskan, Sabtu malam.
Pria yang berprofesi sebagai salah seorang kontraktor senior di Tanjungbalai Karimun itu juga mengapresiasi khususnya warga Karimun keturunan Minangkabau yang sudah menyempatkan hadir.
“Tidak gampang menghadirkan orang Minang sebanyak ini karna sama-sama kita tahu orang Minang itu sibuk. Jadi, kami panitia sangat berterimakasih dan mengapresiasi sekali atas kehadiran bapak-bapak dan ibu-ibu, rekan dan adik-adik kami semuanya yang sudah ikut menyukseskan acara kita dari kita untuk kita,” ujar Indra.
Indra juga tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak terutama para ketua masing-masing unit di PKSB Kabupaten Karimun.
“Alhamdulillah hampir 100 persen para ketua masing-masing unit PKSB Kabupaten Karimun dapat hadir. Kami panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk para ketua tersebut. Saya juga menyampaikan terimakasih tak terhingga kepada seluruh anggota panitia pelaksana yang sudah bertungkus lumut menyukseskan acara kita ini, kepada pengurus dan anggota Bundo Kanduang juga atas hidangannya yang enak sekali,” kata Ketua Persatuan Keluarga Lima Puluh Kota dan Payakumbuh (PKLPKP) Kabupaten Karimun itu.
Indra juga menyampaikan salam dan permohonan maaf Ketua PKSB Kabupaten Karimun, Novi Hendri yang tidak bisa hadir dikarenakan tengah berada Sulawesi dalam ikatan dinas.
Novi Hendri selama ini dikenal seorang ASN yang bertugas sebagai Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjungbalai Karimun.
“Kebetulan beliau lagi tugas di luar daerah tepatnya pindah tugas di Sulawesi sudah lebih kurang satu tahun beliau di sana. Kita maklum karna beliau seorang ASN dari pemerintah pusat yang harus siap dimutasi ke mana saja di wilayah negara Republik Indonesia,” ujar Indra.
Selain makan bersama, panitia juga mengundang Dai yang tengah naik daun asal Manado, Sulawesi Utara yakni Ustadz Abdurrahman Rauf atau lebih dikenal dengan Ustadz Magic karena keahliannya bermain sulap kartunya.
Dalam tausiyah agamanya, Ustadz Magic menekankan keuntungan yang diperolehnya umat Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan dibandingkan umat-umat nabi terdahulu.
Pertama pahala yang diperoleh berlipat ganda, seperti ibadah Sunnah mendapat pahala ibadah wajib dan pahala ibadah wajib dilipatkan menjadi 70 kali ibadah wajib di luar Ramadhan.
“Kalau umat nabi terdahulu usianya mencapai ratusan tahun, sementara umat nabi Muhammad SAW diperkirakan hanya sampai 60 hingga 70 tahun sehingga dengan adanya Ramadhan, pahala ibadah kita lebih banyak bagi yang tahu,” ujar Ustadz Magic.
Selain itu pada Ramadhan, Allah SWT juga menghadirkan satu malam yang bernilai 1000 malam di luar Ramadhan.
“Bisa kita bayangkan, jika setiap Ramadhan kita dapat, bisa jadi pahala ibadah kita lebih banyak dibanding usia ratusan tahun pada umat-umat nabi terdahulu. Keistimewaan Ramadan ini membuat nabi-nabi terhadap cemburu kepada nabi Muhammad SAW, bahkan nabi Musa AS kepada Allah SWT sempat meminta untuk dijadikan umat nabi Muhammad SAW karna saking cemburunya,” beber Ustadz Magic.
Diakhir acara, seluruh warga yang hadir bersalam-salaman saling meminta maaf sebagai bentuk penghormatan dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Acara berakhir dengan lancar dan tertib, warga pulang dengan baik dan teratur. (*)
Penulis: Rachta Yahya
