Kepri  

RESMI! SPPG Sei Raya Ditutup Sementara, 3.783 Orang Penerima Terdampak

Avatar photo
Plt Kadinkes Karimun drg Soerjadi didampingi Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra dan Korwil BGN Kabupaten Karimun, Anas Fitrawanda (kiri) memberikan keterangan pers perihal hasil uji Lab Kesmas Kota Batam di Kantor Dinkes Karimun, Senin (6/10/2025) siang. Foto Surya Kepri.co.id/YAHYA

KARIMUN, SURYAKEPRI.CO.ID – Satu lagi Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) ditutup sementara operasionalnya yakni SPPG Sei Raya, Kecamatan Meral.

Total sudah ada dua SPPG yang ditutup sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Karimun, Kepri.

Sebelumnya BGN juga menghentikan operasional SPPG Rezeki Dapur Karimun di Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun akhir September 2025 kemarin.

Penutupan SPPG Sei Raya tersebut ditengarai pasca 9 murid SD Negeri 10 Sei Raya menjadi korban keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada 26 September 2025 lalu.

Kepastian ditutupnya sementara operasional SPPG Sei Raya tersebut diungkapkan langsung oleh Kordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Karimun, Anas Fitrawanda.

“Sementara ditutup berdasarkan surat BGN terbit pada 27 September 2025. Total sudah ada dua yang ditutup sementara, SPPG Sei Lakam Timur sama Sei Raya,” ujar Anas saat konferensi pers di Kantor Dinas Kesehatan Karimun, Senin (6/10/2025) siang.

BACA JUGA:  Masa Jabatan Syahril Berakhir, Nama Ady Indra Pawennari Disebut Calon Kuat Pimpin Gapensi Kepri

Akibatnya, sebanyak 3.783 orang penerima manfaat MBG dari SPPG Sei Raya tersebut terdampak dikarenakan sementara tidak bisa menikmati program MBG.

Pasalnya 3.783 orang penerima manfaat MBG itu tidak dapat dialihkan layanan program MBG mereka kepada SPPG lainnya.

Ribuan orang penerima manfaat MBG dari SPPG Sei Raya tersebut berasal dari 14 sekolah dan empat posyandu.

Anas mengatakan, alasan tidak dialihkannya layanan program MBG dari SPPG Sei Raya yang ditutup sementara itu untuk menghindari gesekan antara pengurus SPPG lama dengan SPPG baru.

“Kalau dialihkan khawatirnya akan terjadi perselisihan antara mitra dapur lama dengan yang baru, jadi sebaiknya sementara memang tidak disalurkan MBG nya,” beber Anas.

Anas juga mengingatkan, SPPG lainnya agar secepatnya mengurus sertifikasi yang disyaratkan BGN yakni Sertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), Cek Sampel Air dan Inspeksi Kesehatan Lingkungan atau IKL paling lama akhir Oktober 2025 mendatang.

Jika tidak, maka terancam dihentikan operasionalnya sementara sampai syarat yang diminta BGN dapat dipenuhi.

BACA JUGA:  Lindungi Warga dari DBD, PT Timah Area Kundur Fogging Permukiman & Sarana Umum

“BGN Pusat ada memberikan tenggang waktu sampai akhir Oktober mendatang, jika tidak dihentikan sementara operasionalnya tapi Sabtu kemarin, 4 Oktober sudah dilakukan bimtek oleh semua SPPG untuk penjamah makanan sebagai salah satu syarat yang dimintakan BGN,” ujar Anas.

Saat ini sambung Anas, hampir seluruh SPPG di Kabupaten Karimun yang berjumlah 20 SPPG tengah mengurusnya.

“Total di Kabupaten Karimun ada 20 SPPG, yang beroperasi 15 SPPG, tiga SPPG sudah diterbitkan Kepala SPPG-nya tapi belum beroperasi dan dua SPPG tutup sementara,” ungkapnya.

Sementara hasil uji sampel makanan dari SPPG Sei Raya sudah diterbitkan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Lab Kesmas) Kota Batam dan diterima Dinas Kesehatan Karimun pada Sabtu, 4 Oktober 2025.

Hasilnya, dari tiga jenis sampel (Sampel I, Sampel 2 dan Sampel 3) yang diuji oleh Lab Kesmas Kota Batam, sejumlah menu makanan diketahui terkontaminasi bakteri E-Coli dan Sterokokus.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Karimun, drg Soerjadi.”Sampel 1 adalah sisa makanan yang dimakan siswa diketahui mengandung bakteri Sterokokus sama E-Coli pada sayur wortel, tahu dan semangka keduanya mengandung bakteri E-Coli coli,” ujar Soerjadi, Senin (6/10/2025) siang di ruang kerjanya.

BACA JUGA:  MBG Berlangsung Rutin, Pengelolaan Sampah Makan Bergizi Gratis di Batam Perlu Diperhatikan

Berikutnya sampel 2 yang merupakan makanan yang terdapat di dapur SPPG Sei Raya, sayur wortel terkontaminasi bakteri E-Coli dan Sterokokus sementara buah semangka mengandung bakteri E-Coli.

“Sampel ke-3 yakni sisa makanan yang belum dimakan oleh murid, bakteri E-Coli ecoli dan Sterokokus ditemukan pada sayur wortel,” ungkap Soerjadi.

Soerjadi menduga bakteri E-Coli tersebut berasal dari air untuk mencuci sayuran, sementara bakteri Sterokokus diduga dari sanitasi dan lingkungan sekitar SPPG.

“Kedua bakteri itu menyebabkan gangguan pencernaan,” terangnya. 

Berdasarkan hasil uji Lab Kesmas Kota Batam tersebut, Soerjadi mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada SPPG Sei Raya.

Rekomendasi itu berupa penggunaan air yang higienis dan perbaikan sanitasi serta lingkungan sekitar SPPG. (*)

Penulis: Rachta Yahya 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *