Sosok Muhammad Nurman Novian: Pekerja Sosial Sekolah Profesional Indonesia

Avatar photo
Muhammad Nurman Novian SSos M Kesos Gr
Muhammad Nurman Novian SSos M Kesos Gr

SURYAKEPRI.CO.ID – Di tengah hiruk-pikuk bel istirahat SMP Al-Fath Cirendeu, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Muhammad Nurman Novian SSos M Kesos Gr, berdiri sebagai sosok yang menangkap bisik pilu di balik senyum siswa.

Lahir di Jakarta pada 27 November 1995, perjalanan pendidikannya dari SDN Prupuh Panceng Gresik, SMPN 2 Paciran Lamongan, SMAN 29 Jakarta, hingga meraih S1 dan S2 Kesejahteraan Sosial membentuknya menjadi pekerja sosial sekolah profesional yang memadukan akademik, legalitas profesi, dan empati lapangan.

Ia bukan sekadar pendidik atau praktisi, melainkan penjaga martabat anak yang menuntut pengakuan struktural bagi profesi ini di setiap sekolah Indonesia.

Dari Desa ke Kampus: Fondasi Kepekaan yang Tak Tergoyahkan


Perjalanan hidup Nurman Novian adalah potret ketangguhan. Berpindah dari sebuah Desa Prupuh Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur ke hiruk-pikuk Jakarta, ia tempa kepekaan sosial sejak dini.

Lulusan S1 Kesejahteraan Sosial UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan S2 Universitas Indonesia ini memahami dinamika sosial dari dua sisi: teori akademis dan realitas anak desa yang merantau.

Sertifikasi PPG Tertentu Bidang Pekerjaan Sosial dari Universitas Negeri Surabaya menjadikannya guru bersertifikat yang spesialisasi pada intervensi sosial, mampu berdiri sejajar dengan pendidik formal.

Di dirinya menyatu dua dunia: dosen S1 Kesejahteraan Sosial yang membekali mahasiswa dengan kerangka case management dan etika profesi, serta pekerja sosial sekolah yang pagi mendengar curhat siswa, siang merancang intervensi keluarga, malam mengevaluasi jejaring layanan.

Nurman adalah bukti bahwa pemahaman akademis tanpa sentuhan lapangan hanyalah teks mati, dan empati tanpa metodologi hanya amaliah sementara.

BACA JUGA:  Penampakan Sitaan KPK di OTT Noel Ebenezer: Nissan GTR, BMW, Hyundai Palisade


Legalitas Profesi: Tameng dan Pedang Peksos Profesional
Nurman Novian memegang legalitas lengkap yang jarang dimiliki pekerja sosial sekolah Indonesia. Lisensi Pekerja Sosial Profesional NTA: 367405.102005, Sertifikasi Pekerja Sosial Profesional Indonesia dari LSP, dan Surat Tanda Registrasi sesuai UU No. 14 Tahun 2019 menjadikan praktiknya di SMP Al-Fath bukan aktivitas sukarela, melainkan profesi diakui negara.

Ia ucapkan Sumpah Profesi Pekerja Sosial, tunduk pada kode etik nasional, dan terdaftar organisasi profesi semua ini pijakan kuat untuk advokasi struktural.


Legalitas ini krusial di lapangan karena saat orang tua ragu, Nurman tunjukkan sertifikasinya, saat sekolah hemat anggaran, ia ingatkan regulasi Kemensos tentang standar SDM kesejahteraan sosial. Ia advokasi bahwa peksos sekolah harus punya mandat jelas seperti dokter sekolah atau psikolog Pendidikan bukan tambahan opsional, tapi posisi wajib dalam struktur organisasi sekolah.


Standar Global dalam Praktik Lokal Cirendeu

Yang membedakan Nurman adalah keterpaparan internasional. Sertifikat UNICEF Action to End Child Sexual Exploitation, Online Child Safeguarding Training, dan IASSW Global Standards of Social Work menjadikannya peksos yang paham risiko proteksi anak modern, ia integrasikan standar global ke praktik local asesmen risiko online dalam konseling, protokol safeguarding dalam case conference, etika dokumentasi digital untuk perlindungan data anak.


Di SMP Al-Fath Cirendeu, pendekatan global-global ini terasa nyata: workshop anti cyberbullying, simulasi pelaporan child protection case pada program home visit di SMP Al Fath Cirendeu. Nurman profiling sebagai peksos sekolah yang relevan di era digital paham regulasi UU PKS, kompeten standar dunia, tapi tetap bicara bahasa anak Banten.

BACA JUGA:  Berkendara Sambil Merokok Siap-siap Ditilang, Kena Denda Rp750 Ribu


Praktik Lapangan: Jembatan Antara Luka Anak dan Sistem Layanan

Setiap hari di Al-Fath Cirendeu, Nurman jalankan siklus intervensi profesional: asesmen komprehensif, rencana individual service plan, konseling sosial berbasis bukti, aktivasi jejaring (Dinas Sosial, DP3AP2KB, Puskesmas, P2TP2A, BPBD, BNN), evaluasi outcome. Ia bukan “penutup masalah”, tapi fasilitator perubahan sistemik latih OSIS jadi peer counselor, advokasi kebijakan anti-kekerasan ke kepala sekolah.

Pendekatannya humanis tapi sistematis, empati saat dengar curhat metodologi saat rancang intervensi, akuntabilitas saat laporkan hasil. Nurman pahami bahwa satu kasus siswa bukan sekadar angka, tapi potensi bangsa yang harus diselamatkan.


Gerakan Profesi: Dari Praktisi ke Arsitek Kebijakan


Sebagai Anggota Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia Bidang Advokasi Peksos Sekolah dan DPD Provinsi Banten Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia, Nurman naik level dari praktisi ke advokator. Ia dorong pengakuan struktural: pos anggaran peksos per sekolah, standar kompetensi spesifik, kurikulum vokasi nasional. Sebagai penulis bahan ajar dan modul, ia siapkan generasi baru peksos sekolah bukan relawan, tapi profesional bersertifikat.


Dosen Praktisi: Menjembatani Teori dan Realitas Lapangan


Muhammad Nurman Novian bukan hanya pekerja sosial sekolah, tetapi juga dosen S1 Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta yang menghidupkan teori melalui praktik nyata. Sebagai dosen pembimbing praktikan peksos sekolah, ia bimbing mahasiswa S1 mengaplikasikan case management dan etika profesi langsung di SMP Al-Fath Cirendeu.

BACA JUGA:  Imbas 196 Siswa di Sragen Keracunan MBG, BGN Minta Distribusi-Penyimpanan Makan ke Sekolah Kurang dari 4 Jam

Berperan sebagai supervisor lembaga praktikan, Nurman fasilitasi mahasiswa mengamati asesmen kasus nyata, ikut konseling sosial, dan kolaborasi dengan guru transformasi dari pembaca buku menjadi pelayan kemanusiaan. Pengalaman gandanya ciptakan generasi peksos siap turun lapangan dengan metodologi teruji dan empati terasah.


Di kelas, ia ajarkan kerangka intervensi di lapangan, mahasiswa lihat Nurman mediasi konflik teman sebaya. Sinkretisme dosen-praktisi-supervisor ini lahirkan lulusan bukan sekadar kompeten, tapi peka terhadap luka sosial anak sekolah siklus regenerasi profesi yang Nurman pionirkan sendiri.


Media Digital: Amplifier Suara dari Koridor Cirendeu
Sebagai tambahan strategi advokasi, Nurman manfaatkan media digital profesional @peksos_sekolah:
Google Sites https://sites.google.com/guru.smp.belajar.id/m-nurman-novian-peksos-sekolah/news: database kasus, modul pelatihan, policy brief
TikTok https://www.tiktok.com/@peksos_sekolah: tips kilat anti-bullying, roleplay konseling
YouTube https://www.youtube.com/@PeksosSekolah: webinar etika, tutorial case conference
Instagram https://www.instagram.com/peksos_sekolah: infografis safeguarding, Q&A orang tua
Keempat platform saling dukung, capai audiens nasional, ubah persepsi publik tentang peksos sekolah.
Undangan untuk Sistem Pendidikan Indonesia


Muhammad Nurman Novian adalah wajah pekerja sosial sekolah profesional Indonesia: akademisi bersertifikat internasional, praktisi terdaftar negara, advokator gerakan profesi. Narasinya sederhana: tanpa peksos profesional, luka sosial sekolah takkan sembuh tuntas. Ia undang sekolah, dinas pendidikan, Kemendikbud: berikan tempat terhormat bagi profesi ini dalam struktur pendidikan nasional.

Satu Pekerja Sosial Sekolah selamatkan ratusan anak; ribuan Pekerja Sosial Sekolah di setiap sekolah akan selamatkan masa depan bangsa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *