Kepri  

RDP Relokasi Pedagang di DPRD Karimun Memanas, Joko Aritonang Langsung Minta Direktur Perusda Dicopot

Avatar photo
Seorang pedagang pasar sore Puan Maimun Karimun, Kepulauan Riau menyampaikan pendapatnya saat RDP relokasi pedagang di DPRD Karimun, Selasa (31/3/2026) pagi. Foto SuryaKepri.co.id/YAHYA

KARIMUN, SURYAKEPRI.CO.ID – Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) memanas, Selasa (31/3/2026) pagi.

Pedagang dan Perusda (kini Perusahaan Umum Daerah Bumi Berazam Jaya Karimun) selaku pengelola pasar modern Puan Maimun saling mempertahankan argumentasi mereka.

Bahkan seorang pedagang bernama Joko Aritonang sempat mengecam Direktur Perumda Bumi Berazam Jaya Karimun, Muhammad Mahsun sebagai diktator dan minta Bupati Karimun Ing Iskandarsyah untuk mencopotnya.

“Direktur ini bergaya arogan dan diktator. Kami minta Bupati mencopotnya,” ujar Joko Aritonang.

Tidak mau kalah, Muhammad Mahsun juga sempat melontarkan pernyataan agar aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan sewa-menyewa lapak di pasar Puan Maimun tanpa izin Perumda Bumi Berazam Jaya Karimun selaku pengelola.

“Silakan bapak-bapak dari kepolisian untuk menyelidiki dugaan sewa-menyewa lapak di pasar Puan Maimun tanpa izin dari pengelola,” ujar Mahsun.

Saking riuhnya RDP, sejumlah anggota Satpol PP yang berjaga terpaksa turun tangan meminta pedagang untuk tenang.

Untungnya kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan situasi kembali kondusif.

Rapat akan dilanjutkan dengan melakukan tinjauan ke lapangan, Rabu (1/4/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Tinjauan tersebut dilakukan guna menindaklanjuti keluhan pedagang.

Sebelumnya pedagang menyebut tempat relokasi tidak memiliki akses seperti jalan dan parkir bagi kendaraan pembeli.

BACA JUGA:  Pasca Aksi Massa, PT Timah Lakukan Pemulihan Terpadu Demi Keberlangsungan Operasional

Selain itu pedagang juga menyebut di sekitar tempat relokasi juga sudah terlebih dahulu berjualan para distributor sayur sehingga mereka khawatir akan kalah saing.

“Besok pagi jam 10 kita akan turun ke lokasi untuk menindaklanjuti keluhan pedagang, apakah benar tidak ada akses jalan atau lainnya,” ujar Ketua DPRD Karimun Raja Rafiza yang memimpin langsung RDP tersebut.

Sebelumnya Perumda Bumi Berazam Jaya Karimun selaku pengelola pasar modern Puan Maimun Karimun menyatakan akan melakukan relokasi pedagang pasar sore pada 11 April mendatang.

Hal itu dilakukan dikarenakan lokasi yang ditempati para pedagang tersebut merupakan area parkir pasar Puan Maimun.

Total ada sekitar 84 pedagang pasar sore yang akan direlokasi, mereka terdiri dari 18 pedagang pindahan dari jalan Haji Arab, 18 pedagang tambahan yang menempati sayap bangunan pasar sore dan 46 pedagang jualan sayur-mayur.

Sebanyak 36 pedagang basah seperti jualan ikan dan ayam akan dibangunkan lapak baru dengan skema pedagang membayar sebesar Rp 7 juta.

Dana Rp 7 juta tersebut akan dipotong untuk sewa lapak nantinya.

“Jadi uang pedagang itu tidak hilang tapi akan dipotong untuk bayar sewa lapak. Jadi nanti pedagang tidak perlu bayar sewa lapak sampai beberapa tahun nantinya,” ujar Mahsun.

BACA JUGA:  Perbaikan Kebocoran Pipa Depan Hotel Zia Sei Panas, Jumat 28 November 2025

Sementara 46 pedagang sayur-mayur akan direlokasi ke Blok D yang selama ini diketahui masih banyak lapak yang kosong.

Bahkan Mahsun menyebut Blok D berjumlah 157 lapak, hingga kini baru terisi sekitar 60 lapak atau kurang dari 50 persen sejak dibangun.

Hal itu sangat disayangkan Mahsun karena akan berdampak negatif terhadap pendapatan daerah.

“Sudah dibangun dengan menggunakan anggaran yang sedikit tapi tidak dimanfaatkan. Jika satu hari kita pungut Rp 5000 saja dari 100 lapak, sudah Rp 500 ribu yang hilang pendapatan kita,” ujar Mahsun.

Selain itu ia juga mengatakan, relokasi pedagang yang menempati area parkir juga akan mengurai kemacetan di pasar Puan Maimun yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat.

Mahsun berjanji akan memberikan kelonggaran waktu kepada pedagang untuk berjualan jika bersedia pindah ke Blok D.

“Jangankan sore, jualan dari pagi hingga malam sekalipun kami akan persilakan,” kata Mahsun.

Pihaknya juga bersedia untuk membangunkan akses jalan yang memadai sesuai keinginan pedagang dengan catatan bersedia direlokasi.

Mahsun mengungkapkan selama sekitar 8 tahun pasar sore beroperasi, Perumda Bumi Berazam Jaya tidak pernah melakukan pemungutan terhadap pedagangnya.

BACA JUGA:  DPD PAN Kab Karimun Gelar Doa Bersama Akhir Tahun dan Santuni Anak Yatim Piatu

Hal itu dikatakan Mahsun, keberadaan pasar sore tersebut pada awalnya merupakan kebijakan pemerintah daerah untuk memindahkan sebanyak 18 orang saja pedagang yang sebelumnya berjualan di tepi jalan Haji Arab.

Pemindahan tersebut untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas sekitar jalan Haji Arab.

Seiring berjalannya waktu, pedagang yang semula hanya 18 pedagang ikan dan ayam kini membludak mencapai 84 orang pedagang dengan jualan sayur-mayur.

Namun rencana tersebut mendapat penolakan para pedagang, sebaliknya pedagang minta mereka tetap diperbolehkan berjualan di lokasi pasar sore yang sekarang mereka tempati.

Pedagang berpandangan apabila dipindah, omset jualan mereka akan turun drastis.

“Tolong lah pak suara kami didengarkan, kami tidak cari kaya tapi setidaknya dapat lah buat makan dan membiayai sekolah anak-anak kami dengan berjualan di pasar sore,” ujar Diana Sihotang dengan lirih dan mata berkaca-kaca.

RDP tersebut turut dihadiri Ketua Komisi 2 DPRD Karimun Bidang Ekonomi, Rodiansyah, Wakil Ketua Komisi 2 Hasanuddin.

Anggota Komisi 2 Aloysius, Kadis Perdagangan, UMKM dan Koperasi Basori, Kabag Perekonomian dan puluhan pedagang pasar sore. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *