KARIMUN, SURYAKEPRI.CO.ID – Asap kiriman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tebal saja di Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) belakangan ini.
Bahkan sekolah-sekolah di Karimun sejak Rabu (14/10/2026) terpaksa diliburkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun guna menjaga kesehatan para siswa.
Selain meliburkan sekolah, aksi peduli kesehatan mulai dirancang sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Karimun.
Seperti yang dilakukan Persatuan Keluarga Sumatera Barat (PKSB) Kabupaten Karimun.
Dipimpin langsung Ketuanya Indrawarman, sejumlah pengurus PKSB Kabupaten Karimun turun ke jalan di pertigaan lampu merah Sei Alam Timur, Rabu (14/10/2026) sore mulai sekira pukul 16.00 WIB.
Ormas kebanggaan masyarakat Minangkabau Kabupaten Karimun membagi-bagikan masker secara percuma kepada masyarakat yang melintas di
Sekitar 2.500 lembar masker dibagikan pada kesempatan itu.
Ketua PKSB Kabupaten Karimun Indrawarman mengatakan, pihaknya tergerak membuat aksi sosial berupa bagi-bagi masker secara gratis setelah mencermati kondisi kesehatan lingkungan di Kabupaten Karimun dewasa ini.
“Kami prihatin dengan asap kiriman yang semakin tebal di Kabupaten Karimun, sementara warga harus terus beraktifitas. Makanya, kami berinisiatif untuk membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. Alhamdulillah hari ini kami bagikan lebih kurang sebanyak 2.500 lembar masker” ujar Indrawarman, Rabu sore di lokasi.
Dipilihnya aksi bagi-bagi masker, pria yang juga berprofesi sebagai kontraktor itu menyebut pembagian masker adalah langkah konkret dan cepat yang bisa dilakukan sementara ini.
“Situasinya memaksa kita untuk bergerak cepat, nah kami berpendapat bagi-bagi masker adalah langkah yang konkret dan cepat yang bisa dilakukan sementara ini,” ungkapnya.
Dipilihnya lokasi pembagian di pertigaan lampu merah Sei Lakam Timur dikarenakan pihaknya menilai lokasi tersebut cukup representatif karena dilalui oleh hampir seluruh warga dari empat kecamatan di Pulau Karimun Besar.
“Sementara ini baru satu titik, di sini karena jalan ini dilalui hampir seluruh warga dari empat kecamatan yang ada di Pulau Karimun Besar ini,” ujar Indra perihal pemilihan lokasi.
Pria yang juga akrab disapa Indra Padil tersebut mengaku sangat prihatin dengan kondisi kesehatan warga yang berada di daerah lokasi karhutla terjadi.
Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat umum senantiasa mendoakan musibah karhutla yang tengah melanda sejumlah provinsi di Indonesia dapat segera berlalu.
“Kita di sini saja sudah kelabakan, apalagi dengan mereka, tentu lebih parah lagi. Kita sangat prihatin, sama-sama kita doakan semoga musibah karhutla ini cepat berlalu, apinya cepat padam dan polusi udara segera berakhir,” ujar Indra. (*)
Penulis: Rachta Yahya














