Batam  

Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

BATAM, SURYAKEPRI.CO.ID – Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), resmi ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS). Agenda nasional organisasi pers tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 4–5 November 2026 mendatang.

Pertemuan berskala nasional ini dipastikan bakal dihadiri oleh utusan dari 25 provinsi, yang terdiri atas perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, menjelaskan bahwa pemilihan Batam sebagai pusat pelaksanaan Rakernas didasari oleh pertimbangan letak geografis kota tersebut yang sangat strategis dan mudah diakses dari berbagai wilayah nusantara.

“Setelah sebelumnya Jakarta menjadi tuan rumah, kami melakukan kajian dari berbagai aspek. Salah satu pertimbangan utamanya adalah aspek geografis, hingga akhirnya kami sepakat memutuskan Kota Batam sebagai tuan rumah,” ujar Mahmud usai memimpin rapat persiapan Rakernas PJS di Batam, Jumat (18/9/2026).

Mahmud menambahkan, Rakernas III ini membawa misi penting yang berfokus pada peningkatan kualitas profesi jurnalis. Dua program utama yang akan digodok meliputi penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara masif, serta penguatan advokasi hukum bagi wartawan yang menghadapi persoalan akibat karya jurnalistiknya.

Selain merumuskan program kerja strategis dan menyiapkan langkah menuju verifikasi faktual Dewan Pers, ajang ini juga akan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPP PJS periode 2026 – 2027.

“Agenda rakernas kali ini akan diselaraskan dengan pelantikan jajaran pengurus DPP yang baru bergabung, termasuk beberapa tokoh dan figur dari Kepulauan Riau,” imbuhnya.

Rapat koordinasi persiapan yang berlangsung di Batam tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PJS Rikky Fermana, Bendahara Umum Sofyan Siahaan, serta jajaran pengurus DPD dan DPC PJS Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam.

9 Pengurus Baru

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) memperkuat jajaran organisasinya di Kepulauan Riau (Kepri). Sedikitnya, 9 jurnalis dan pengurus dari provinsi tersebut resmi bergabung sebagai anggota sekaligus pengurus DPP PJS.

Penerimaan sembilan pengurus itu ditandai dengan penyerahan dokumen pernyataan sikap kepada Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba, Kamis (17/9/2026) di Batam.

Kesembilan nama tersebut yakni Ady Indra Pawennari, Amril, Richard Nainggolan, Andi Gino, Ambok Akok, Novianto, Iman Suryanto, Qori Ul Fitra, dan Roma Uly Sianturi.

Mahmud mengatakan, dokumen pernyataan sikap yang diserahkan menjadi dasar bagi DPP PJS untuk menerima sembilan pengurus tersebut sebagai bagian dari organisasi.

“Hari ini kami menerima dokumen pernyataan sikap dari teman-teman di Kepri untuk bersama-sama bergabung dan membesarkan PJS, mulai hari ini dan seterusnya,” kata Mahmud.

Dengan diterimanya dokumen tersebut, DPP PJS menyatakan sembilan nama yang tercantum di dalamnya resmi menjadi anggota sekaligus pengurus DPP PJS.

“Karena itu, DPP PJS menerima dokumen ini dan menyatakan mereka yang tercantum di dalamnya diterima sebagai anggota dan pengurus PJS,” ujarnya.

Mahmud menegaskan, perluasan struktur organisasi bukan sekadar menambah jumlah pengurus. PJS, kata dia, ingin menjadikan organisasi sebagai ruang untuk mendorong peningkatan kualitas dan kompetensi wartawan.

Menurutnya, wartawan yang bergabung dalam organisasi harus memiliki kemampuan jurnalistik yang memadai serta menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.

“Kita lebih mengutamakan kompetensi. Tujuan utama lahirnya organisasi ini adalah supaya setiap anggota yang berada di PJS menjadi wartawan yang kompeten,” katanya.

Selain peningkatan kompetensi, PJS juga menempatkan advokasi wartawan sebagai salah satu agenda utama organisasi.

Mahmud mengatakan, PJS berkomitmen memberikan pendampingan kepada wartawan yang menghadapi persoalan akibat karya jurnalistik maupun ketika menjalankan tugas profesionalnya.

“Siapa pun wartawan kita yang karya jurnalistiknya dipidanakan atau dilaporkan ke Dewan Pers, atau wartawannya mendapat tekanan, baik secara psikologis maupun fisik, maka PJS ada di depan,” tegas Mahmud.

Ia menjelaskan, dua agenda tersebut Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan advokasi menjadi bagian penting dari arah organisasi ke depan.

PJS, kata Mahmud, ingin memastikan peningkatan jumlah anggota berjalan seiring dengan peningkatan kualitas wartawan di daerah.

Mahmud juga memaparkan perjalanan PJS dalam membangun dan memperkuat fondasi organisasi. Perubahan nama organisasi menjadi Pro Jurnalismedia Siber disebut menjadi salah satu bagian dari proses tersebut.

PJS kemudian menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk melakukan penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Menurut Mahmud, proses pendaftaran organisasi kepada Dewan Pers juga telah dilakukan beberapa kali. Pada 2024, PJS melakukan pendaftaran dengan pendampingan dari pihak yang disebutnya berasal dari Dewan Pers.

Proses tersebut kembali dilakukan pada 2025 setelah PJS menggelar Munas di Palu, Sulawesi Tengah. Langkah itu berkaitan dengan penyesuaian terhadap standar organisasi wartawan yang kemudian disahkan pada 2025.

Mahmud menyebut, pada 23 Juli 2026, PJS kembali menyerahkan dokumen organisasi dengan komposisi kepengurusan yang telah mencakup 23 provinsi.

Dalam dokumen tersebut, terdapat sekitar 750 anggota dengan kelengkapan administrasi yang disebut telah terpenuhi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 205 anggota telah memiliki sertifikat UKW.

Menurut Mahmud, data tersebut menunjukkan bahwa penguatan organisasi diarahkan tidak hanya pada ekspansi struktur, tetapi juga peningkatan kapasitas wartawan.

“Yang ingin kita bangun adalah organisasi yang mampu melahirkan wartawan profesional, berintegritas dan kompeten,” ujarnya.

Sementara itu, Ady Indra Pawennari mengatakan bergabungnya sembilan pengurus dari Kepri merupakan bagian dari upaya membangun ruang bersama bagi wartawan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi.

Ady berharap kehadiran pengurus dari Kepri dapat memperkuat kolaborasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan PJS.

“Semoga kehadiran kami bisa memberikan warna tersendiri dalam berkolaborasi dan memajukan PJS ke depannya,” kata Ady.

Bergabungnya sembilan pengurus dari Kepri menambah kekuatan struktur PJS. Kehadiran mereka diharapkan dapat mendukung agenda organisasi, terutama dalam penguatan kompetensi wartawan, pelaksanaan UKW, serta advokasi bagi anggota yang menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas jurnalistik.(*)

Exit mobile version