PANGKALPINANG, SURYAKEPRI.CO.ID – Adat dan budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas masyarakat.
Di tengah arus globalisasi yang terus bergerak cepat, nilai-nilai budaya lokal menjadi penanda jati diri sekaligus perekat sosial yang menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Di berbagai daerah, tradisi masih hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Mulai dari ritual adat, kesenian tradisional, hingga perayaan budaya yang sarat makna, semuanya mencerminkan kekayaan nilai dan kearifan lokal yang tak ternilai.
PT TIMAH (Persero) Tbk mengambil peran dalam mendukung pelestarian adat dan budaya masyarakat di wilayah operasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Emiten TINS ini secara konsisten memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan tradisi dan kebudayaan masyarakat.
Bantuan tersebut antara lain untuk penyelenggaraan kegiatan adat, festival budaya, hingga tradisi keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Di Kabupaten Bangka, PT TIMAH bersama Masyarakat Adat Mapur menghadirkan Kampung Adat Gebong Memarong, sebuah kawasan Adat yang masih eksis hingga saat ini di Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka.
Kampung Adat Gebong Memarong kini telah menjadi wisata edukasi sejatah bagi berbagai lintas generasi yang ingin mengenal tentang masyarakat Adat Mapur yang dilengkapi dengan bangunan rumah dan berbagai kebudayaan, serta tradisi.
Di sini, PT TIMAH juga mendukung tradisi Nuju Jerami.
Di Kabupaten Bangka Barat, PT TIMAH secara konsisten mendukung kegiatan Perang Ketupat di Desa Tempilang dan Ritual Rebo Pusaka Tahunan Setana Jering Amantubillah.
Di Kabupaten Karimun, PT TIMAH juga mendukung kegiatan Festival Lampu Colok yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan bersama kelompok pemuda.
Ketua Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus, Desa Sawang Azyar, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT TIMAH dalam mendukung kegiatan festival Lampu Colok yang dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Ramadan.
Ia menjelaskan, Festival Lampu Colok merupakan tradisi yang telah lama dilestarikan masyarakat, khususnya dalam momentum malam 7 likur Ramadan.
Selain sebagai bentuk syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi ajang kreativitas generasi muda yang dikemas melalui perlombaan di tingkat Kabupaten.
“Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini turut menjaga kelestarian tradisi masyarakat. Dan PT TIMAh kerap mendukung kegiatan ini,” katanya.
Di berbagai wilayah operasional lainnya, PT TIMAH juga ikut berperan mendukung kegiatan pelestarian budaya masyarakat seperti festival kebudayaan dan lainnya. (*/)
Penulis: Rachta Yahya
