Kepri  

Petugas Pelabuhan dan Imigrasi Karimun Tegaskan Tak Pernah Terima Uang Guarantee 

Avatar photo
Imigrasi Batam gelar Paspor Simpatik untuk disabilitas bersempena Hari Disabilitas Internasional. Foto: Dok. Imigrasi Batam
Imigrasi Batam gelar Paspor Simpatik untuk disabilitas bersempena Hari Disabilitas Internasional. Foto: Dok. Imigrasi Batam

KARIMUN, SURYAKEPRI.CO.ID – Petugas pelabuhan Internasional Karimun dan Imigrasi Kelas II TPI Karimun angkat bicara mengenai isu praktik pemberian uang guarantee (jaminan,red) di pelabuhan internasional Karimun.

Kedua pihak tersebut secara tegas menyatakan mereka tidak pernah menerima maupun terlibat dalam praktik tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun, Dwi Avandho Farid melalui Kasi Tikkim Muhamad Arfat.

Muhamad Arfat menyampaikan bahwa seluruh petugas di unitnya berkomitmen terhadap integritas dan profesionalisme. 

“Kami selalu mengingatkan kepada seluruh staf agar menjalankan tugas sesuai prosedur resmi. Sampai saat ini, kami belum pernah menerima laporan maupun bukti adanya praktik pungutan liar dengan kedok uang gerenti,” tegasnya, Minggu (12/7/2026).

BACA JUGA:  Kejari Karimun Musnahkan Barang Bukti, Ada Belasan HP dan 14 Dus Rokok Ilegal

Arfat juga mengatakan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Karimun Dwi Avandho Farid senantiasa mengingatkan jajaran Imigrasi Karimun untuk bekerja sesuai aturan dan SOP yang berlaku.

Sebaliknya tidak melakukan pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian.

“Pimpinan bahkan mengancam tidak segan-segan memberikan sanksi yang tegas bagi petugas yang melakukan pungutan liar”, tambah Arfat.

Arfat menyebut, berdasarkan data internal dari Kantor Imigrasi Karimun, selama ini tidak ada laporan resmi terkait dugaan suap atau gratifikasi yang melibatkan petugas imigrasi di wilayah mereka. 

Bahkan, mereka rutin melakukan pelatihan anti-korupsi dan penguatan integritas untuk memastikan pelayanan publik berjalan transparan dan akuntabel.

Pengalaman pribadi sejumlah penumpang dan pengguna jasa di pelabuhan Karimun juga menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap layanan mereka. 

BACA JUGA:  Jadwal Libur Sekolah saat Puasa Ramadan dan Lebaran

“Saya merasa nyaman dan aman saat melakukan proses keberangkatan maupun kedatangan karena semua berjalan lancar tanpa ada permintaan uang tambahan,” ujar seorang warga asal Tanjung Batu, Kundur berinisial RN.

Kendati demikian, tetap ada kekhawatiran dari masyarakat tentang kemungkinan praktik tersembunyi yang sulit dideteksi. 

Oleh karena itu, pihak Imigrasi terus mengajak masyarakat dan pengguna jasa untuk melaporkan jika menemukan tindakan yang mencurigakan. 

Mereka juga membuka saluran pengaduan online serta nomor hotline khusus untuk memudahkan komunikasi langsung kepada petugas jika terjadi hal-hal yang mencurigakan.

Pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik semakin ditekankan oleh pemerintah pusat melalui berbagai kebijakan anti-korupsi. 

BACA JUGA:  Belasan Kelompok Nelayan Kepri, Riau dan Babel Dapat Bantuan Alat Tangkap PT Timah Tbk 

Selain itu, upaya edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak pada praktik suap juga terus dilakukan guna membangun budaya pelayanan bersih dan jujur.

Sebagai salah satu pintu gerbang utama bagi warga negara maupun wisatawan asing yang masuk melalui wilayah laut Indonesia bagian utara, pelabuhan Karimun memiliki peranan strategis dalam menjaga citra nasional serta mendukung program reformasi birokrasi di bidang pelayanan publik.

Dengan komitmen kuat dari petugas imigrasi dan dukungan masyarakat, diharapkan praktik uang guarantee benar-benar hilang dari lingkungan pelabuhan Karimun. 

Kejujuran dan profesionalisme harus menjadi fondasi utama dalam memberikan layanan terbaik bagi setiap pengguna jasa yang datang dan pergi dari wilayah ini. (*)

Penulis: Rachta Yahya