BATAM, SURYAKEPRI.CO.ID – Berkaitan dengan pembangunan Altiva Datacenter di Kawasan Nongsa, Batam, PT PLN Batam dan PT Altiva Identity Datacenter menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan total kapasitas 2 x 345 MVA atau 690 MVA.
Penandatanganan PJBTL disaksikan Wali Kota Batam yang juga menjabat ex officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam ex officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Turut hadir jajaran BP Batam, Komisaris dan Direksi PT PLN Batam, serta Direksi PT Altiva Identity Datacenter.
Amsakar mengatakan, masuknya investasi Altiva menunjukkan semakin besarnya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai tujuan investasi sektor digital. Menurut dia, posisi geografis Batam yang strategis, konektivitas yang baik, serta kedekatannya dengan Singapura menjadi keunggulan yang sulit ditandingi.
“Batam merupakan daerah yang sangat representatif untuk pengembangan investasi berbasis teknologi. Lokasinya strategis, aksesibilitasnya terbuka, dan berhadapan langsung dengan salah satu pusat ekonomi utama di kawasan Asia,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batam dan BP Batam siap mempercepat proses perizinan dan memberikan kemudahan bagi investor agar realisasi investasi dapat berjalan sesuai rencana.
Menurut Amsakar, tren masuknya perusahaan teknologi dan data center berskala besar sepanjang 2026 hingga 2027 menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Batam mengatakan kerja sama tersebut menjadi bukti kepercayaan investor terhadap keandalan sistem kelistrikan Batam. Melalui PJBTL tersebut, PLN Batam akan menyediakan pasokan energi yang dibutuhkan untuk mendukung operasional dan pengembangan Altiva Datacenter.
Ia menambahkan, kepastian pasokan listrik menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan industri pusat data dalam menentukan lokasi investasi. Karena itu, PLN Batam terus memperkuat sistem dan infrastruktur kelistrikan agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Di sisi lain, Direktur PT Altiva Identity Datacenter, Edi Haryanto, mengatakan perusahaan tidak hanya membangun fasilitas pusat data, tetapi juga ingin berkontribusi dalam mempercepat transformasi Batam menjadi salah satu pusat ekonomi digital Indonesia.
“Dengan dukungan BP Batam, kesiapan PLN Batam, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Batam akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat infrastruktur digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” kata Edi.
Altiva Datacenter akan dikembangkan di atas lahan sekitar 11 hektare di Kawasan Nongsa dan direncanakan diperluas secara bertahap hingga lebih dari 30 hektare. Kehadiran proyek ini diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional sekaligus meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi investasi teknologi.
Pasokan listrik untuk proyek tersebut dijadwalkan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2027
Kolaborasi antara pemerintah, BP Batam, PLN Batam, dan pelaku usaha dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Batam sebagai hub ekonomi digital yang kompetitif di tingkat regional. (*).
